Media audio dapat memberikan beberapa kontribusi yang unik bagi proses belajar mengajar. Belajar mandiri tanpa membaca, praktek berbahasa asing, cerita yang menstimulasi imajinasi dan musik untuk aktivitas fisik adalah sebagian kegiatan yang bisa dilakukan menggunakan audio. Kaset, rekaman dan CD banyak tersedia dan mudah digunakan. Untuk menggunakan media audio secara efektif dibutuhkan pemahaman pada proses mendengar-menyimak dan pemilihan materi pokok yang dituju. Guru dapat menyiapkan materi audio sendiri, dan begitu pula dengan para siswa. Rekaman-rekaman bisa diambil dari praktek kemampuan komunikasi dan oral report (laporan lisan) dan kegiatan lain yang serupa. Dengan mengikuti petunjuk dasar yang benar kita bisa meningkatkan kualitas rekaman.
Dalam bahasan AUDIO kali ini dibahas mengenai Proses Hearing-Listning, Menggunakan Kemampuan Mendengar, Format Audio, Audio Card, Penerapan Media Audio dalam Pembelajaran, Pemilihan Material Audio, Pemanfaatan Material Audio, Langkah-Langkah Pemanfaatan Media Audio, dan Menggunakan file audio pada multimedia.
1. Proses Hearing-Listening
Secara psikologi, hearing (mendengar) adalah proses dimana gelombang suara masuk ke telinga luar dipancarkan ke gendang telinga diubah ke dalam getaran mekanik di telinga tengah dan diubah di bagian telinga dalam menjadi impuls listrik untuk diteruskan ke otak. Sedangkan listening (menyimak) dimulai ketika seseorang mulai menyadari dan memperhatikan suara atau pola pembicaraan (penerimaan), diproses melalui identifikasi dan pengenalan dari sinyal auditor (mengartikan) yang spesifik dan berakhir pada tpemahaman (tujuan).
2. Mengembangkan Kemampuan Mendengar
Guru dapat mengunakan beberapa teknik untuk mengembangkan kemampuan mendengar siswa:
a. Untuk menuntun mereka mendengar; berilah siswa beberapa pertanyaan pendek sebelum mulai, satu atau dua pertanyaan. Kemudian lanjutkan dengan pemberian soal yang lebih panjang dan lebih banyak serta lebih lengkap/kompleks.
b. Memberi petunjuk; berilah siswa petunjuk secara individu atau kelompok dengan audio tape. Kemudian evaluasi kemampuan siswa untuk mengikuti petunjuk tersebut.
c. Minta siswa untuk mendengar ide pokok, rincian atau kesimpulan; guru membacakan sebuah cerita dan siswa diminta untuk menggambarkan apa yang terjadi. Suruh siswa mendengar ide pokok kemudian menulisnya. Teknik yang sama juga bisa digunakan untuk membuat kesimpulan.
d. Gunakan konteks; siswa yang lebih muda bisa belajar membedakan makna dari konteks dengan mendengar kalimat-kalimat yang kata-katanya dihilangkan dan kemudian diisi dengan kata-kata yang cocok.
e. Analisa struktur dari penyajian; siswa dapat diminta untuk menganalisa dan mengorganisir sebuah penyajian/presentasi. Guru bisa menentukan bagaimana sebaiknya mereka bisa melihat ide pokok dan menidentifikasi subtopic.
f. Membedakan antara informasi relevan dan tidak relevan; setelah menyimak penyajian informasi, siswa diminta untuk mengidentifikasi ide pokok dan kemudian menghitung (dari yang paling banyak sampai paling sedikit) seluruh ide lain yang disajikan. Sebagai contoh teknik yang lebih sederhana untuk siswa adalah mengidentifikasi kata-kata yang tidak sesuai/relevan dalam kalimat atau tidak relevan dalam paragraph.
3. Format Audio
a. Audiotape
b. Phonograph
c. Compact disc
d. MP3/WAVE File Format
4. Audio Card
Audio card berukuran kira-kira mendekati amplop bisnis. Terdiri dari pita perekam magnetic di sisi bawahnya. Secara esensial merupakan flashcard tetapi dilengkapi suara. Audio card dimasukkan ke dalam celah/lubang sebuah mesin. Audio card menggunakan system dual track yang membolehkan merekam suaranya dan memutarnya kembali untuk membandingkan dengan suara sebelum direkam. Jika suara rekaman salah maka bisa dihapus dan direkam kembali sesering yang kita inginkan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar